Senin, 05 Desember 2011

SENJA (myLife)

“fy, lo mau apa?” sahut dayat dari kios mie ayam. Aku tak menyahut, hanya mengacungkan dua jariku. Ibu jari dan jari telunjuk. Samar-samar ku melihat dayat mengangguk. Tampaknya dia paham lalu mengcungkan ibu jarinya juga.
Aku memang memiliki beberapa tanda-tanda khusus yang memudahkan aku berkomunikasi dengan orang lain tanpa suara. Untung sahabat-sahabatku mau mengerti kalo aku termasuk orang yang sering ‘males bicara’.
“eh kak, tambah akrab aja sama kak Dayat.” Seru goldi tiba-tiba. Aku segera memutar wajahku menghadapnya. Memasang wajah kurang suka.
“gimana gak akrab? Dari kelas 10 sekelas terus. Tahun ini di pisah tapi tetap aja kelasnya sebelahan. Dia enak di ajak curhat juga. Bakat jadi tong sampah tuh.” Jawabanku membuat goldi terbahak. Sementara rio hanya asik dengan dunianya. Tapi, aku melihat senyum tipisnya. Walau samar. Tapi matanya nampak berbinar.entah kenapa.
“oh gitu,bagus deh! Tuh yo, kak ify sama kak dayat gak ada apa-apa. Eh ups!” goldi menutup mulutnya sendiri. Kulihat rio menatap goldi tajam sementara aku hanya menatap mereka berdua dengan wajah sedikit kaget namun juga menyiratkan kebingungan.
“maksudnya?” tanyaku kemudian. Mencari sebuah jawaban sekaligus menghapus kebisuan yang saat ini menyelimuti.
“bukan apa-apa.” Itu suara rio. Sedikit serak dan sangat dingin. Dia sepertinya jarang berbicara. Atau memang dia begitu saat bersamaku saja?
“oh.” Jawabku singkat. Tak mau memperpanjang karena suaranya yang sedikit menyeramkan.
“nih fy!” seru dayat tibatiba. Satu tangannya memba wa semangkuk mie ayam dan yang satunya membawa semangkuk soto ayam. Sama-sama berbahan dasar ayam.
“thanks day,beliin gue teh manis ya. Maksud gue es teh manis hangat gak pake gula.” Sambarku lagi. kulihat dia merengut dan mendelikkan matanya. Aku ngakak sekali lagi.
“ah bacot lo. Udah teh manis hangat aja. Masih pagi Ify, nanti batuk.” Ucapnya dengan sedikit menggodaku. Mengedipkan sebelah matanya lalu memesan teh manis. Apa-apaan intu anak satu, genitnya sering nyebar kemana-mana.
“Lebih parah mana ya sama elo. pagi-pagi makan mie ayam sausnya seember.” Aku menepuk jidatku sendiri. Lagi dan lagi Goldi hanya bisa ngakak sambil meneruskan  makanannya. Sementara  yah, aku tak perlu menjelaskan bagaimana dia kan?
“maksud lo fy? Lagian gue gak mungkin beli ayam teriyaki atau kepiting saus hijau kan?” dayat, dayat!  Dikira ini kyuHai resto tempat makan kesukaannya dia-_-
“iya serah lo yg jelas gue mau makan. Jangan berisik!” sentakku yang langsung membuat mereka diam.
Kami pun makan dalam diam. Sampai makananku habis,aku sama sekali tak bicara. Sudah aku sebutkan tadi, kalau aku malas bicara. Jadi bicaraku tergantung mood.
***

Hari senin kembali datang. Dan minggu ini adalah minggu sibuk karena aku UTS. Sebenarnya telat satu minggu jika disesuaikan kalender tahunan yang dibagikan sesudah kenaikan kelas. Tapi ada beberapa masalah internal disekolah, jadi terpaksa sekolah mengundurnya.
Mataku menatap awas. Tetap menyusuri lorong koridor dilantai tiga. Mencari ruang delapan ternyata tidak mudah.
“AREN!” teriakku begitu melihat aren. Salah satu temanku. Aku mengenalnya saat kelas X dan waktu kelas XI kami sekelas. Lalu dipisahkan kembali saat kelas XII ini.
“apa fy?” tanya nya singkat.
“ruang delapan dimana?”
“lo di delapan?di  Kelas XII-8 lah. Ehiya Dayat di ruang 9 kan? Di XI-6. Sebelahan, kalo ketemu titip salam ya.” Katanya lagi. sedikit informasi, Aren itu mantannya Dayat. Mereka jadian hanya 2 Minggu dan Putus 5 hari yg lalu. Saat mereka putus aku sempat memarahi dayat karena hanya mempermainkan Aren. Bahkan sekarang, Dayat sudah mempunya pacar baru. Adik kelas kami. Aku mengenal pacar barunya, dia itu tak lebih dari perempuan penjilat. Itu menurutku dan teman-temanku.
“jadi masih ada rasa sama si day? Semoga mereka cepat putus deh. Nanti gue comblangin lagi, oke?” aku menggodanya. Ku lihat wajahn ya memerah menahan malu.
“apaan sih? Cupstaw banget ya fy. Udah ah gue balik, oh iya gue seruangan sama rio loh!” dia menggodaku? Maksudnya? Memang ada apa aku sama rio? Dasar aneh!
Dia sudah kabur masuk kekelasnya. Aku mendengus kesal. Pasti ini ulah shilla. Awas kalo nanti ketemu!
Kemudian aku berlari kecil  menuju ruang delapan. Berarti aku duduk dengan kelas XI-4. Ataga! Shilla sekelas dengan Risky dong? Adik kelasku yang lucu pake super didepannya. Ah bisa abis nih! Envy berabad-abad.

Mungkin inilah rasamya, rasa suka pada dirinya

Handphone-ku berbunyi nyaring. Itu tanda ada sms masuk. Pagi-pagi dari siapa ya?

From: 083872428055
Kak Ify, ruang berapa?
-
To: 083872428055
Delapan, ini siapa ya?
-
From: 083872428055
Ini risky kak. Yah, kalo temen kakak diruang tujuh absen 14 siapa?
-
To: 083872428055
Cakka. Kamu di ruang tujuh ky? Seruangan sama Shiila dong?
-
From: 083872428055
Gak tau kak. Emang iya?
-
To: 083872428055
Iyalah. Udah ya kapan-kapan lanjut.
-
From: 083872428055
Sipp kak! J
-
Aku menyudahi acara smsan dengan Risky. Sampai tak terasa sudah sampai dibangku ku. Aku segera membanting kecil tas ke atas meja. Duduk dan mengutak-ngatik handphone-ku. Aku mengecek List BBM. Ah.. sepi. Off lah.
Dikelas hanya ada aku dan beberapa anak kelas XI. Fiuh! Emang dasar ya anak kelas XII-nya makin lama bukan rajin jadi pada jualan karet semua-_- efek berangkat bareng Papa gini nih! Pagi banget. Tapi tak salah sih,  jam tanganku menunjukkan jam enam kurang lima manit. Ah pantas.. anak kelasku kan hobbynya datang 10-5menit sebelum bel.
Bosan! Aku merogoh tas dan mengeluarkan sebuah headsheet. Memasangnya pada handphone-ku lalu mencari lagu yang pas.


Tuhan tolong aku, ku tak dapat menahan rasa didadaku
Ingin aku memiliki, namun dia ada yang punya
Tuhan bantu aku ternyata dia kekasih sahabatku
Entah apa yang harus ku katakan hatiku bimbang jadi tak menentu

Aku menggumam kecil. Sebenarnya aku tak sedang mengalami jatuh cita pada pacar sahabatku, atau dilema seperti judul lagu itu. Ini semua efek dari kebiasaan anak-anak kelasku yang suka menyanyikan lagu tersebut. Menggoda si Sion yang ‘gosipnya’ menyukai lagu tersebut. Ya tuhan! Bocah rocker itu bisa galau? –“

‘ aku jatuh cinta kepada dirinya, senyumnya dan segala gerak-geriknya’ senandung seseorang yang berada dibalik pintu. Begitu dia menampakkan wajahnya aku mendengus pelan. Ah sudah kutebak, itu suara Riko. Ketua kelas abal paling nyebelin seantero dunia.

“RIKOOOOO BERISIK !!” ucapku padanya. Dia menghentikan aktifitasnya menyanyikan lagu yang tak ku kenal itu.
“ah sabodo! Gue lagi ngapalin lagu HVJ yang baru tau!” ucapnya. Aku segera mematikan musik yang sedaritadi mengalun melalui hapeku. Melepas kasar headsheet dan berjalan cepat ke arahnya.
“HVJ udah ngeluarin single kedua? demi apa? Punya lagunya gak? Bluetooth dong!” sambarku seketika. Histeris seperti biasa.
“santai kali, gue gak punya. Wong mereka belum selesai rekaman. Nanti kalo punya gue bagi deh!”
“iyaiya deh serah lo~ eh iya mau ngerjain sion lagi gak? Gue ada ide nih!” kataku cepat dan lumayan pelan. Takut didengar orang lain.
“ah iyadeh mumpung lo punya ide. Apan idenya?” riko gtampak bersemangat. Kalo masalah ngerjain ginisih siapa juga yg gak semangat?
“hari ini yang ngawas pak Ony! Kita suruh aja si Sion joget CherryBelle didepan. Minta bantuan Pak Ony juga.” Kataku pada Riko. Ku Lihat mata Riko berbinar.
“ahh BRILIANT! Keren sumpah! Nanti gue bilang sama pak Ony deh.”
“oke sipsip!”

***
“Sion, maju ke depan sebentar!” suruh pak Ony pada sion yang nampak sudah bersantai. Berarti dia udah selesai? Fiuh! Rencana baru dimulai.
“ada apa pak?” kata Sion pada pak ony. Aku menoleh ke arah Riko yang tempat duduknya tak begitu jauh. Kulihat dia terkikik kecil.
“kamu nyanyi lagunya cerrybelle didepan. Pake joget-jogetnya juga.” Kata Pak ony lagi yang seketika membuat aku dan anak-anak sekelas menahan tawa.
Sion menatap aku dan riko secara bergantian. Melotot tanda dia tahu ini rencanaku dan riko. Dengan senyum polos dan muka dibuat prihatin aku hanya mengangkat bahu sambil melambaikan tangan. Tanda aku tak tahu dan mencoba menennagkannya dari jauh. Tapi tetap saja, bagi sion itu terlihat meledek.
“yah pak! Bisa turun harkat martabat harga diri dan segala kegantengan saya pak!” seru sion dengan muka memelas. Semuanya sudah tak bisa menahan tawa lagi. diawali riko yang tertawa kencang, lalu aku dan yang lainnya. Sion mendelik. Ah Riko bodoh! pasti Sion sudah curiga sama aku dan Riko. Eh sudah daritadi deh!
“lakukan atau bapak sobek LJK kamu.” Aku tau Pak Ony bercanda. Tapi nampaknya Sion tak mengetahiu itu. Dia mulai bernyanyi dan mempraktikan gerakkan GirlBand CB. Tawa semakin meledak dari penjuru kelas. Satu lagi rencana sukses! Yeah!
Selesai bernyanyi, tawa masih saja membahana. Tapi diiringi tepukan tangan heboh. Sementara sion masih saja merengut. Dia mengacungkan jari telunjuknya ke arahku sambil berkomat-kamit. Aku tau dia mengancam, tapi tak serius. Aku membalasnya dengan lambaian tangan dan senyum polos. Sungguh tak akan kulupakan!

***

Aku senyum-senyum sendiri mengingat kejadian tadi pagi.  Anak kelasku memang sering mengerjai SION. Tak sampai keterlaluan lah.sebatas ledekan saja, dan ku akui tadi siang yang paling parah. Walau ada rasa bersalah, sion tidak marah sama sekali. Tapi untuk menebusnya aku sepakat untuk membantunya saat UTS besok.

Drrttt..

Getaran dari handphone-ku membuatku tersadar dari lamunan. Ada satu sms.

From: 087878084798
Kak ify   ʅ(   ͝  °   ͝  )ʃ

Yatuhan! Kenapa banyak sekali sms dari nomer yang tak ku kenal?

To: 087878084798
Iyaa J ini siapa ya?

From: 087878084798
Dika kak J

Aku ternganga seketika. Hapeku terjatuh. Untung dikasur! Bisa habis kalau tidak. Tadi siapa yang sms? RIO? Mau apa dia?

To: Rio  ʅ(  ̆ₒ   ̆)ʃ
Emm.. kenapa yo?

From: Rio  ʅ(  ̆ₒ   ̆)ʃ
Enggak apa-apa kak J save nomerku ya

To: Rio  ʅ(  ̆ₒ   ̆)ʃ
Iya sip! J

From: Rio  ʅ(  ̆ₒ   ̆)ʃ
UTS di ruang berapa kak?

To: Rio  ʅ(  ̆ₒ   ̆)ʃ
8, kamu?

From: Rio  ʅ(  ̆ₒ   ̆)ʃ
6 kak J duduk sama siapa?

To: Rio  ʅ(  ̆ₒ   ̆)ʃ
Gak tau namanya –“

From: Rio  ʅ(  ̆ₒ   ̆)ʃ
Iyadeh kalo yang famous sering lupa :D

To: Rio  ʅ(  ̆ₒ   ̆)ʃ
Enggak gitu juga kali-_- eh iya enggak usah panggil kakak kali yo, ify aja. Pake gue-elo juga gak apa-apa

From: Rio  ʅ(  ̆ₒ   ̆)ʃ
Emm iyadeh fy ehehe

To: Rio  ʅ(  ̆ₒ   ̆)ʃ
Yo, ko lo orangnya dingin gitu ya?

From: Rio  ʅ(  ̆ₒ   ̆)ʃ
Kalo sama orang yang gak dikenal emang gitu

To: Rio  ʅ(  ̆ₒ   ̆)ʃ
Lah sama gue?

From: Rio  ʅ(  ̆ₒ   ̆)ʃ
Kan gue udah kenal dari MOS. Terus kata Goldi lo orangnya asik. Yaudah.

To: Rio  ʅ(  ̆ₒ   ̆)ʃ
Oh jadi lo dapet nomer gue dari goldi ya?

From: Rio  ʅ(  ̆ₒ   ̆)ʃ
Iya fy, gapapa kan?

To: Rio  ʅ(  ̆ₒ   ̆)ʃ
Gapapa sih. Udah dulu ya, mau belajar nih! Byee

From: Rio  ʅ(  ̆ₒ   ̆)ʃ
Iyaa J tidurnya jangan malem-malem ya J  GoodNite

***

HARI ULANG TAHUN TARUNA INTERNASIONAL SCHOOL

“IFY!!”  aren langsung memelukku tiba-tiba. Entah kenapa, ada yg aneh dengannya.
“kenapa lo ren? Sakit? Atau naksir sama gue? Oh NO!!” aku melepaskan pelukan aren, menatapnya dan mengedikkan bahu.
“kampret! Ya enggaklah! Lo kira gue lesbi? Lo sama shilla kali tuh!”
“oh masa? Aduh gak percaya nih ! aw ahahha”
“iya deh serah lo, serah lo intinya gue bahagia.” Aren berputar-putar layaknya orang gak waras menciumi hapenya dan memeluk hapenya erat -_-‘
“bododeh! Gue kekelas ya? Hari ini freeclass loh! Kan sekolah tercinta ulang tahun haahah” aku segera berbelok menuju kelas ku. Kelas Aren dan kelasku memang tidak begitu jauh.  Hampir bersebelahan, kenapa hampir? Karena kelasku dan aren tidak menyatu, ada koridor yang menghalanginya. Aren terlihat masih memeluk dan menciumi hapenya, fuh itu anak kadang-kadang memang suka rada ;ehm; gak waras._.

***
Cintaaa akan ku berikan bagi hatimu yang damai, cintaku gelora asamara seindah lembayung senja. Tiada ada yang kuasa melebihi nikmatnya indah bercintaaa~
Senandung angel, sang vokalis HVJ membahana memenuhi satu penjuru sekolah.  
Suaranya yang khas dan rupanya yang memang lumayan, menjadikan dia salah satu mpst wanted di sekolah. Sayangnya angel sama sekali tidak perduli dengan itu semua. Pastinya sudah ada yang mengisi hatinya, kata dia sih temen gerejanya. Tapi gak mau dia publish, beuh angel ada-ada aja ahaaha.
***

Zevana’s party

Hari ini aku bersiap-siap datang ke birthday party-nya zevana. Dengan pakaian dan aksesories bernuansa ungu. Baju putih bertuliskan ACHT-EINS, cardigan ungu, celana pensil hitam, sepatu ungu. Aku dan teman-teman yg lain janjian di Mcd yang tak jauh dari komplek kami.

“aduh ren, lo dimana? Gue sama yg lain udah lumutan nuggu nih! Sivia sudah di Mcd.” Ucapku pada aren via telpon.
“abang gue lemot nih! Naik motor lama banget.” Jawabnya dengan suara yg lumayan kencang.
“yaudah deh, lo langsung ke Mcd aja ya. Kasian sivianya nunggu lama. Dia sendiri soalnya, alvin masih sama gue dan yg lain.”  Kataku lagi.
“ah yaudah terserah lo. Gue langsung aja deh.”
“okesip! Ketemu disana ya ren.”

Tuuutt... tuutt... tanda sambungan sudah diputus.

“gimana fy? Aren langsung?” tanya zevana.
“iya, kita langsung juga. Jalan day!” suruhku pada dayat yg bertudag menyetir mobil.
“okeoke siapkan sabuk pengaman, gue mau ngebut ahaha.” Dayat tertawa keras.
-
Mcd

“eh kenal mario-mario itu gak? Anak kelas berapa sih dia?” tanya oik pada aku dan yang lain.
“aduh oik ko lo lemot sih? Ini gue sama aren lagi ngomongin si rio. Dia XI-3,”
“ohh.. jadi rio-rio yang lo omongin itu mario toh? Gue gak tau kan.” Oik menyeringai Lebar. Menunjukkan deretan gigi putihnya.
“iya.. rio yg deket sama gue itu! Eh.. ups!” aren langsung menutup  mulutnya. Aku sedikit kaget dengan perkatannya. Semua mata menatap ke arahku. Terlagi shilla yang menatapku iba. Entah sejak kapan, aku mulai merasakan sesuatu yang berbeda dengan rio. Shilla jelas mengetahiu hal itu, tapi yang lain?
“ ko lo bisa deket sama dia ren?” tanya oik mewakili satu dari setiap pertannyaan yang muncul dibenakku. Sanggup tak sanggup aku harus mendengarkannya.
“iyalah, dulu waktu UTS kan gue seruangan ik, terus waktu itu dia minta nomer gue di twitter. Gitu deh.” Sahut Aren santai. Masih saja asik menatap hapenya. Entah apa yang dia lakukan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar